Senin, 12 Mei 2025

Beneath the Hollow (2025) – Teror Tak Terlihat dalam Keheningan Ulasan Film


Beneath the Hollow (2025) – Teror Tak Terlihat dalam Keheningan Ulasan Film


Genre: Horor, Misteri, Thriller

Sutradara: Richard Oh

Penulis: Richard Oh, Sari Dewi

Produser: Maya Rizal, Ardy Putra

Tanggal Rilis: 14 Mei 2025 (Indonesia)

Durasi: 1 jam 45 menit

Produksi: Black Lantern Films, Nexus Pictures


Sinopsis


Beneath the Hollow mengikuti kisah Nabila (diperankan oleh Marsha Timothy), seorang guru baru yang ditugaskan mengajar di sebuah desa kecil terpencil di Jawa Tengah. Awalnya, desa tersebut tampak tenang dan tertutup, namun lambat laun Nabila menyadari adanya kejanggalan: warga desa tampak takut pada malam hari, dan beberapa orang menghilang tanpa jejak.

Ketika Nabila mulai menyelidiki hilangnya murid-muridnya, ia menemukan jejak-jejak ritual kuno dan suara-suara misterius yang berasal dari dalam tanah. Di bawah permukaan desa, tersimpan sebuah rahasia kelam yang berkaitan dengan sosok penjaga lama yang tidak ingin dilupakan. Teror tak terlihat mulai muncul dan menjerat Nabila dalam kengerian yang tak bisa dijelaskan secara logika.


Cerita dan Alur


Alur cerita Beneath the Hollow dibangun dengan tempo lambat namun penuh ketegangan. Cerita disampaikan secara linear dengan sisipan kilas balik dari penduduk desa yang pernah mengalami kejadian serupa. Ketegangan dirangkai perlahan melalui detail-detail kecil yang menimbulkan rasa curiga dan tidak nyaman.

Penonton diajak menebak-nebak apa sebenarnya yang terjadi di balik hilangnya penduduk. Klimaks film ini cukup intens dengan pengungkapan mengejutkan tentang sejarah gelap desa dan keberadaan entitas bawah tanah yang selama ini sengaja ditutupi. Ceritanya kuat dalam membangun misteri dengan sentuhan lokal dan kepercayaan tradisional.


Akting dan Karakter


Marsha Timothy tampil sangat solid sebagai Nabila. Karakternya terasa meyakinkan: seorang perempuan kuat, logis, namun perlahan dihantui ketakutan batin. Ia berhasil menyampaikan rasa bingung dan takut tanpa harus berlebihan.

Karakter-karakter pendukung seperti kepala desa (diperankan oleh Mathias Muchus) dan warga lokal lainnya tampil efektif meski sebagian terasa terlalu tertutup dan satu dimensi. Namun dalam konteks cerita, sikap tertutup mereka mendukung atmosfer misterius desa. Interaksi antar karakter membantu membangun rasa waspada dan paranoia.


Sinematografi dan Atmosfer


Film ini sangat menonjol dalam penciptaan suasana mencekam. Penggunaan warna gelap, pencahayaan alami (seperti obor dan cahaya bulan), serta pengambilan gambar dari sudut rendah memperkuat kesan bahwa "sesuatu" memang sedang mengawasi.

Adegan di hutan dan lorong bawah tanah direkam dengan sangat intens, memperlihatkan ruang-ruang sempit yang membuat penonton ikut merasa terjebak. Transisi antara siang dan malam dikemas dengan indah namun mengintimidasi, menggambarkan bahwa keheningan desa menyimpan ancaman.


Musik dan Suara


Musik latar yang digunakan sangat minim namun efektif. Sound design menggunakan elemen alami seperti gemerisik daun, gesekan tanah, dan napas berat di ruang gelap yang membuat suasana makin mencekam.

Beberapa adegan mengandalkan keheningan total sebelum akhirnya dihancurkan oleh ledakan suara dari makhluk bawah tanah, menciptakan efek kejut yang sangat kuat. Musik scoring tradisional Jawa digunakan secara subtil untuk menguatkan suasana lokal dan mistik.

Kelebihan


Atmosfer horor yang kuat dan orisinal, dengan pendekatan lokal yang autentik.

Akting Marsha Timothy yang konsisten dan membawa penonton ikut merasakan ketegangan.

Desain suara dan sinematografi yang sangat mendukung nuansa horor psikologis.

Penggunaan mitos lokal menjadikan film ini terasa unik dibanding horor modern biasa.

Kekurangan


Beberapa karakter pendukung terasa kurang digali secara emosional.

Alur yang lambat di awal mungkin membuat sebagian penonton kurang sabar.

Beberapa pertanyaan mengenai mitologi desa tidak dijawab secara eksplisit, membuat akhir cerita agak terbuka.


Kesimpulan


Beneath the Hollow adalah film horor Indonesia yang berhasil memadukan mitos lokal, suasana desa terpencil, dan ketegangan psikologis menjadi satu sajian yang menakutkan sekaligus menggugah rasa penasaran. Ini bukan film horor penuh jumpscare, tapi lebih kepada membangun rasa takut dari atmosfer dan cerita yang menghantui. Dengan eksekusi teknis yang solid dan kekuatan narasi yang unik, film ini layak disebut sebagai salah satu horor Indonesia paling mencekam tahun 2025.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar