Sutradara: Jordan Vogt-Roberts
Produksi: Legendary Pictures, Sunrise Inc., Netflix
Genre: Sci-fi, Mecha, Aksi, Drama
Durasi: 129 menit
Bahasa: Inggris
Sinopsis:
Dunia di ambang kehancuran. Ketika koloni luar angkasa menyatakan perang terhadap Bumi, sebuah konflik besar meletus antara dua kekuatan super: Federasi Bumi dan pasukan pemberontak Zeon. Di tengah-tengah pertempuran ini, seorang remaja teknisi bernama Noah Rayne (diperankan oleh Finn Wolfhard) tanpa sengaja menemukan dan mengaktifkan senjata pamungkas peninggalan masa lalu—Mobile Suit RX-78 Gundam.
Dipaksa menjadi pilot oleh keadaan, Noah harus belajar mengendalikan Gundam sambil menghadapi kenyataan pahit tentang politik, perang, dan identitasnya sendiri. Dalam perjalanannya, ia bersinggungan dengan seorang pilot misterius dari pihak Zeon, Char Valor (Jacob Elordi), yang memegang kebenaran pahit tentang konflik ini.
Review:
Film Gundam versi Hollywood adalah usaha ambisius untuk menghidupkan salah satu waralaba anime mecha paling legendaris di dunia. Disutradarai oleh Jordan Vogt-Roberts (Kong: Skull Island), film ini menampilkan skala perang luar angkasa yang megah namun tetap berusaha mempertahankan elemen-elemen filosofis dan politis dari versi Jepangnya.
Dari sisi visual, film ini adalah spektakel CGI kelas tinggi. Desain Gundam dan Mobile Suit lainnya terasa modern namun tetap setia pada bentuk klasiknya, terutama RX-78 yang muncul sebagai highlight utama. Pertarungan di luar angkasa dan permukaan Bumi dikemas dengan koreografi yang intens dan efek visual yang mendebarkan.
Namun kekuatan terbesar film ini terletak pada usaha menyampaikan pesan antiperang dan kemanusiaan, walaupun terasa disederhanakan untuk pasar global. Bagi penonton baru, narasinya cukup mudah diikuti. Bagi fans lama, beberapa keputusan kreatif mungkin terasa terlalu "dijinakkan".
Kelebihan:
Visual dan Desain Mecha yang Memukau: RX-78 Gundam, Zaku, dan kapal perang ditampilkan dengan detail dan skala yang memuaskan.
Aksi Besar yang Sinematik: Pertempuran luar angkasa dan darat dikemas penuh intensitas dan gaya sinematik ala Hollywood.
Pendekatan Ramah Penonton Baru: Tidak memerlukan pengetahuan mendalam tentang lore Gundam untuk menikmati ceritanya.
Kekurangan:
Pengurangan Elemen Politik: Nuansa konflik ideologis dan kedalaman politik khas Gundam dikurangi agar lebih ringan bagi penonton umum.
Karakterisasi yang Terbatas: Beberapa karakter terasa klise dan kurang pengembangan, terutama tokoh antagonis.
Penggemar Lama Mungkin Kecewa: Fans hardcore mungkin menganggap film ini terlalu simplistik dan “terlalu barat.”
Kesimpulan:
Film Gundam (2025) adalah langkah besar dalam memperkenalkan dunia Universal Century ke audiens global. Dengan aksi yang memukau dan desain mecha yang menghormati sumber aslinya, film ini berhasil sebagai tontonan hiburan. Namun, bagi yang mengharapkan kedalaman politik dan eksistensial seperti di seri anime-nya, film ini mungkin terasa kurang menggigit. Sebuah permulaan yang menjanjikan—tapi masih menyisakan banyak ruang untuk pengembangan sekuel.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar