Parasomnia merupakan film horor terbaru yang menghadirkan konsep tentang mimpi buruk, trauma masa lalu, dan sosok mengerikan yang seolah mampu menyeberang dari alam mimpi ke dunia nyata. Film ini disutradarai sekaligus ditulis oleh James Ross II dan dibintangi Jasmine Mathews sebagai Riley.
Parasomnia mulai tersedia melalui Shudder pada September 2026. Film ini memiliki durasi sekitar delapan puluh lima menit dan menggabungkan elemen horor supernatural, psychological horror, serta misteri.
Sinopsis Film Parasomnia
Cerita Parasomnia berpusat pada Riley, seorang perempuan muda yang sejak masa lalu mengalami teror malam dan mimpi buruk yang berkaitan dengan sebuah tragedi mengerikan.
Riley bukan sekadar mengalami mimpi buruk biasa. Ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya yang muncul ketika ia tertidur. Pengalaman tersebut telah meninggalkan trauma mendalam dan membuat Riley berusaha keras mengatur pola tidurnya agar tidak membahayakan dirinya maupun orang-orang di sekitarnya.
Masalah kembali muncul ketika seorang teman dekat Riley menghilang. Peristiwa tersebut membuat Riley mulai mencurigai bahwa sosok mengerikan yang selama ini muncul dalam mimpi mungkin bukan sekadar bagian dari alam bawah sadarnya.
Batas antara mimpi dan kenyataan perlahan menjadi semakin kabur.
Riley kemudian harus menghadapi kembali masa lalunya sekaligus mencari tahu apa sebenarnya yang mengikuti dirinya selama bertahun-tahun. Semakin dalam ia mencoba memahami teror tersebut, semakin sulit membedakan mana kejadian nyata dan mana yang berasal dari mimpi.
Film ini menggunakan konsep tidur sebagai sumber ketegangan utama. Penonton dibuat bertanya-tanya apakah Riley benar-benar sedang bermimpi atau justru sedang menghadapi sesuatu yang memang telah memasuki dunia nyata.
Pemain Film Parasomnia
Jasmine Mathews menjadi pemeran utama sebagai Riley. Karakter Riley menjadi pusat cerita karena sebagian besar konflik film berkaitan dengan trauma, mimpi buruk, dan pengalaman supernatural yang dialaminya.
RJ Brown berperan sebagai Cam, pasangan Riley yang berusaha mendukungnya ketika kondisi semakin tidak terkendali.
Stephen Barrington memerankan David, karakter yang memiliki hubungan dengan masa lalu Riley dan mengetahui sebagian dari kejadian mengerikan yang pernah terjadi.
Sally Stewart tampil sebagai Mama, sementara Simon Longnight memainkan karakter The Seer.
Selain itu, film ini juga menghadirkan Danny Brown serta beberapa pemeran lain yang membantu membangun latar belakang cerita Riley.
Konsep Horor yang Ditawarkan
Salah satu daya tarik Parasomnia adalah penggunaan tidur sebagai sumber ancaman.
Dalam banyak film horor, mimpi biasanya menjadi tempat aman karena apa pun yang terjadi dianggap tidak nyata. Parasomnia justru memainkan gagasan sebaliknya. Mimpi menjadi sesuatu yang harus ditakuti karena dampaknya dapat terasa ketika karakter terbangun.
Konsep tersebut membuat aktivitas sederhana seperti tidur menjadi sumber ketegangan.
Film juga memanfaatkan suasana rumah, ruang gelap, suara, serta adegan mimpi untuk membangun atmosfer yang tidak nyaman. Beberapa bagian menggunakan pendekatan visual yang menyerupai found footage ketika Riley mengalami teror dalam mimpinya.
Kelebihan Film Parasomnia
Konsep Mimpi dan Dunia Nyata
Konsep dasar Parasomnia cukup menarik karena menggabungkan mimpi buruk dengan ancaman supernatural. Penonton tidak hanya menunggu kemunculan monster, tetapi juga mencoba memahami hubungan antara mimpi Riley dan kejadian yang terjadi di dunia nyata.
Atmosfer Horor yang Gelap
Film ini lebih banyak mengandalkan atmosfer, misteri, dan situasi yang membuat penonton merasa tidak nyaman. Pendekatan tersebut cocok bagi penonton yang menyukai horor dengan tema mimpi dan trauma.
Cerita Mengalami Perubahan Arah
Salah satu hal yang cukup menarik adalah perubahan arah cerita di bagian selanjutnya. Beberapa elemen yang sebelumnya terlihat sederhana mendapatkan konteks berbeda ketika cerita berkembang.
Scare Value menilai perubahan tersebut membantu film menghindari kemungkinan cerita menjadi repetitif dan memberikan perspektif baru terhadap kejadian yang telah diperlihatkan sebelumnya.
Jasmine Mathews sebagai Riley
Jasmine Mathews menjadi pusat perhatian karena karakter Riley harus membawa beban emosional sekaligus menjadi penghubung antara dunia nyata dan dunia mimpi.
Karakter Riley juga memiliki latar belakang tragis yang membuat pengalaman horornya terasa lebih personal.
Kekurangan Film Parasomnia
Beberapa Elemen Horor Terasa Familiar
Walaupun premisnya menarik, sejumlah elemen cerita masih menggunakan formula yang cukup dikenal dalam film horor supernatural. RogerEbert.com menilai film ini terlalu bergantung pada sejumlah klise dan jumpscare yang kurang efektif.
Jumpscare Tidak Selalu Efektif
Bagi penonton yang terbiasa dengan film horor modern, beberapa jumpscare mungkin terasa mudah ditebak. Film lebih kuat ketika membangun misteri dibandingkan ketika hanya mengandalkan kejutan mendadak.
Penjelasan Cerita Terkadang Terlalu Terang
Ada beberapa bagian yang memberikan informasi kepada penonton secara cukup langsung. Hal tersebut dapat mengurangi kesempatan penonton untuk menyusun sendiri misteri yang sedang berkembang.
Kritik RogerEbert.com juga menyoroti bahwa film terkadang terlalu banyak menjelaskan sesuatu yang sebenarnya sudah dapat dipahami melalui visual dan alur cerita.
Horornya Tidak Selalu Konsisten
Beberapa bagian berhasil menciptakan suasana menyeramkan, tetapi intensitasnya tidak selalu bertahan sepanjang film. The Guardian juga mencatat bahwa kompleksitas cerita dan pendekatan film terkadang membuat efek menakutkannya menjadi kurang kuat.
Apakah Parasomnia Layak Ditonton?
Parasomnia menarik terutama bagi penonton yang menyukai horor bertema mimpi buruk, trauma masa lalu, dan misteri supernatural.
Film ini bukan tipe horor yang hanya mengandalkan monster atau adegan mengejutkan. Ceritanya berusaha membuat penonton mempertanyakan hubungan antara mimpi Riley dengan kejadian yang berlangsung di dunia nyata.
Perubahan arah cerita menjadi salah satu aspek yang membuat film ini tetap menarik hingga bagian akhir. Namun, penonton yang mencari horor dengan jumpscare intens dan teror tanpa henti mungkin merasa beberapa bagian film berjalan terlalu tenang.
Kesimpulan
Parasomnia adalah film horor supernatural yang memanfaatkan konsep mimpi sebagai sumber utama teror. Ceritanya mengikuti Riley, seorang perempuan yang dihantui pengalaman traumatis dan mimpi buruk yang semakin sulit dikendalikan.
Kekuatan film terletak pada konsep dasarnya, atmosfer gelap, serta perubahan arah cerita yang memberikan perspektif baru terhadap kejadian sebelumnya. Di sisi lain, beberapa formula horor terasa familiar dan tidak semua jumpscare memberikan efek yang sama kuat.
Secara keseluruhan, Parasomnia menjadi tontonan yang menarik bagi penggemar film horor bertema mimpi, trauma, dunia supernatural, dan misteri. Film ini juga menunjukkan pendekatan James Ross II sebagai pembuat film horor yang mencoba mengembangkan konsep sederhana menjadi cerita yang lebih kompleks.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar